Kaderisasi adalah jantung dari sebuah lembaga pendidikan. Menyadari hal tersebut, pimpinan Pondok Pesantren Sains Salman Assalam baru-baru ini menggelar acara pertemuan virtual dan silaturahmi dengan para kader pondok yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Para kader mahasiswa ini tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Bogor, Subang, Semarang, hingga Kairo, Mesir.
Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi, pelaporan progres belajar, sekaligus pemberian wejangan (nasihat) langsung dari Bapak Pimpinan (Aby) guna memompa semangat para kader yang sedang berjuang di medan ilmu.
Peran Vital Kader Bagi Masa Depan Pesantren
Dalam sambutan hangatnya, Bapak Pimpinan menegaskan bahwa kader adalah bentuk persiapan jangka panjang pesantren. Tanpa adanya kader yang militan, sebuah pondok pesantren akan sulit bertahan di masa depan.
Beliau memaparkan bahwa Pondok Pesantren Sains Salman Assalam dapat terus berdiri kokoh jika ditopang oleh empat pilar program besar, yaitu:
- Pendidikan dan Pembelajaran
- Pembangunan Sarana Prasarana
- Kaderisasi
- Kesejahteraan Keluarga Pondok
Ke depannya, para kader tidak hanya diproyeksikan untuk mengurus sektor pendidikan dan pembelajaran saja. Mereka juga diharapkan mampu memegang peranan di berbagai lini penting lainnya, seperti tata usaha, kesehatan, hingga manajemen pembangunan infrastruktur pondok.
Pesan Pimpinan: Menjaga Identitas Santri di Era Digital
Bapak Pimpinan memberikan pesan-pesan mendalam bagi para kader yang saat ini sedang menimba ilmu di bangku perkuliahan. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:
- Selesaikan Kuliah Tepat Waktu: Kehadiran para kader sangat dinantikan untuk kembali membangun pondok. Oleh karena itu, jika memungkinkan, selesaikan perkuliahan lebih cepat. Bagi mahasiswa semester 6, mulailah memikirkan Tugas Akhir (TA) sedini mungkin. “Jangan terlalu idealis, tapi jangan juga asal-asalan,” pesan beliau.
- Jangan Lupa Jati Diri Santri: Aktif di organisasi kampus sangat dianjurkan untuk menambah pengalaman, namun jangan sampai menghambat kuliah. Di mana pun berada, jiwa dan nilai-nilai kesantrian harus tetap melekat hingga akhir hayat. Pilih lingkungan dan teman yang bisa menjadi teladan positif.
- Manajemen Waktu yang Baik: Mengingat kembali filosofi yang diajarkan di pondok, “Tandzimul amal yuwafiru nisfal waqti” (Mengatur/menata pekerjaan akan menghemat separuh waktu). Mahasiswa harus punya target yang jelas, misalnya target buku yang dibaca setiap pekan hingga target nilai IPK yang harus terus naik.
- Budayakan Membaca: Kemajuan teknologi jangan sampai membuat minat baca buku menurun. Justru, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperbanyak referensi bacaan dan melahirkan karya-karya tulisan yang bermutu.
- Promosikan Pesantren: Pondok ini memegang prinsip “Patah tumbuh hilang berganti; sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti”. Para ustadz dan ustadzah kader diharapkan senantiasa mengenalkan pondok di lingkungan kampus masing-masing, salah satunya dengan aktif membagikan konten-konten positif tentang pesantren.
Update Agenda Kegiatan Pondok Pesantren Sains Salman Assalam
Selain memberikan wejangan, Bapak Pimpinan (Aby) juga membagikan informasi terbaru terkait kegiatan santri di pondok. Saat ini, kegiatan PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) telah sukses diselenggarakan.
Agenda terdekat yang sedang disiapkan adalah Khutbatul Arsy (KA) yang akan digabung dengan peringatan HUT RI pada tanggal 17 Agustus 2026. Selanjutnya, akan diselenggarakan acara puncak kreativitas santri, yakni Panggung Gembira (PG) pada tanggal 29 Agustus 2026 mendatang.
Laporan Progres Perkuliahan Para Kader
Acara ini juga diisi dengan sesi laporan dari masing-masing kader terkait kegiatan mereka di kampus:
- Ustadz Fajar Ashidiq (Universitas Al-Azhar, Mesir): Saat ini sedang merampungkan kelas bahasa tingkat 6 dan akan segera memulai perkuliahan tahun ini. Beliau juga aktif menamatkan berbagai kitab turats (kitab kuning) dan mengikuti kajian di Afwaja Center.
- Ustadzah Ananda Sholihah (IPB University, Bogor): Telah berhasil menyelesaikan program magangnya dengan baik.
- Ustadz Hasan (UNIDA Gontor): Tengah fokus mempertahankan nilai IPK serta menyelesaikan beberapa project tugas perkuliahan.
- Ustadz Algi (UIN Walisongo, Semarang): Saat ini sedang melaksanakan program pengabdian masyarakat atau Kuliah Kerja Nyata (KKN).
- Ustadzah Aghnia (Subang): Sedang disibukkan dengan kegiatan PKKMB dan baru saja menyelesaikan masa orientasi (ospek) jurusannya.
Arahan Divisi Kaderisasi dan Penutup
Merespons dinamika perkuliahan para kader, Ustadz Dzikri selaku Ketua Divisi Kaderisasi turut memberikan motivasi. Beliau berpesan bahwa setiap kendala di kampus adalah bagian dari proses pendewasaan. Para kader diminta untuk tetap bersabar, pantang menyerah, dan menyelesaikan apa yang sudah dimulai.
Sebagai penutup, Bapak Pimpinan kembali memberikan atensi khusus terkait keamanan. Beliau mengingatkan seluruh kader untuk senantiasa berhati-hati dan menjaga keselamatan diri, terkhusus bagi Ustadz Fajar yang berada di Mesir untuk selalu waspada dengan kondisi keamanan di sekitarnya.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan batin antara pimpinan, pondok, dan para kader Pondok Pesantren Sains Salman Assalam tidak akan pernah terputus oleh jarak dan waktu.