Berita

Menyongsong Ramadhan 1447 H: Santri Sains Salman Assalam Observasi Hilal Bersama Kemenag Cirebon

Menyongsong Ramadhan 1447 H: Santri Sains Salman Assalam Observasi Hilal Bersama Kemenag Cirebon

Laboratorium Sains di Tepi Pantai Baro

Sebagai pondok pesantren yang menyandang nama “Sains”, Salman Assalam menjadikan kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan laboratorium alam. Para santri kelas 6 diajak untuk memahami variabel astronomi yang menentukan visibilitas hilal secara empiris:

  • Geometri Astronomis: Mempelajari posisi matahari dan bulan (azimuth) saat terbenam.
  • Ketinggian Hilal: Menghitung derajat ketinggian bulan di atas ufuk sesuai data hisab.
  • Optik Modern: Mengoperasikan teleskop presisi untuk memvalidasi data matematis dengan pengamatan visual langsung dari bibir pantai.

Sinergi Fiqih dan Astronomi (Falak)

Ustadz Saiful Malik menekankan bahwa dalam Islam, sains adalah pelayan bagi ibadah. “Rukyatul hilal di Pantai Baro ini adalah bentuk konfirmasi fisik atas perhitungan matematis (hisab). Di Salman Assalam, kita belajar bahwa data sains memperkuat keyakinan dalam menjalankan syariat,” tuturnya di sela-sela pengamatan.

Bagi santri kelas 6, pengalaman terjun langsung ke lapangan ini merupakan bagian dari kurikulum tadabbur alam. Mereka belajar bahwa menentukan awal Ramadhan memerlukan tanggung jawab ilmiah yang besar dan ketelitian tingkat tinggi sesuai standar Badan Falak.

Mencetak Generasi Ulama Saintis

Pondok Pesantren Sains Salman Assalam terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya fasih membaca kitab kuning, tetapi juga mahir membaca tanda-tanda kebesaran Allah melalui kacamata sains. Melalui sinergi dengan Kemenag Cirebon, diharapkan para santri mampu menjadi pelopor “Ulama Saintis” yang moderat dan kompeten di masa depan.

Pondok Pesantren Sains Salman Assalam

Profile

Informasi

Alamat